On Your Wedding Day

Kisah ini bercerita tentang kehidupan seorang laki-laki (woo-yeon) yang berubah karena seorang wanita (Seung Hee). Kisah ini bermula sejak pertama kali ia bertemu Seung Hee di kantor guru untuk hari pertamanya pindah sekolah. Saat itu ia sedang menerima hukuman atas kenakalannya (berkelahi di atap). 

Ini tentang cinta yang terus bermula dari sebatas rasa terpesona lantas jatuh hati atas kedekatan yang terjadi secara tidak sengaja. Seung Hee di dekati oleh seorang laki-laki gendut dan merupakan penguasa dari sekolah tersebut. Demi melindungi Seung Hee, Woo Yeon berpura-pura menjadi kekasihnya. Akibatnya ia mendapat beberapa bullying. Ah.. tapi demi Seung Hee, Woo Yeon tak membalas. Suatu waktu Seung Hee terlihat sangat murung. Woo Yeon bingung dan mendapatkan ide untuk bernyanyi lagu kesukaan Seung Hee dan menyambungkannya ke seluruh sound yang ada di sekolah. Hari setelahnya Seung Hee tidak hadir di sekolah. Demi untuk mengetahui di manakah Seung Hee, Woo Yeon mendatangi rumahnya. Ternyata ayah Seung Hee memiliki kebiasaan buruk saat sedang mabuk. Ia memukuli Ibunya dan merusak perkakas rumah. Seung Hee menyuruh Woo Yeon untuk pergi. Esok harinya Seung Hee menelepon Woo Yeon dan mengatakan bahwa dia akan pergi. Lalu mereka pun terpisah.

Beberapa tahun setelahnya, Woo Yeon telah tamat sekolah. Lalu memutuskan untuk menjual ayam goreng. Ketika itu sahabatnya sedang melihat sebuah majalah kampus dan uring-uringan soal dirinya yang belum keterima di universitas Hankuk dan membicarakan tentang mahasiswi-mahasiswi yang cantik. Woo Yeon penasaran dan ikut melihat majalah tersebut dan melihat ada wajah Seung Hee di situ. Woo Yeon pun bersemangat untuk kuliah di Hankuk dan akan mengambil jurusan Pendidikan Olah Raga. Ayah dan Ibunya tertawa karena merasa tak mungkin Woo Yeon akan di terima di Universitas tersebut. Woo Yeon pun belajar giat dan akhirnya di terima di Universitas tersebut. Dan dia mencoba mencari Seung Hee ke seluruh penjuru kampus, namun tak menemukannya. Lalu dia teringat bahwa Seung Hee suka sekali Tobboki. Dan mencarinya ke seluruh warung Tobboki di sekitar kampus dan menemukannya. Seung Hee berkata bahwa dia sudah memiliki kekasih. Seniornya yang seorang atlet Rugby. Woo Yeon sedikit sedih namun tak pantang surut untuk mendekati Seung Hee. Saat ia sedang berada di perpustakaan, Woo Yeon tak sengaja mendengan pacar Seung Hee sedang menggoda wanita lain dan mengajaknya untuk ke luar negeri. Hal itu juga di lakukannya kepada Seung Hee. Mengetahui hal itu Woo Yeon menghajarnya setelah memenangkan pertandingan Rugby. Lantas berjalan pergi dan saling tak tegur sapa dengan Seung Hee. 

Tahun berganti, Woo Yeon telah memiliki seorang kekasih. Saat ia sedang melatih fitnes tak sengaja ia melihat Seung Hee dengan seseorang menggunakan baju yang sama. Lalu Woo Yeon mengikutinya. Ternyata Seung Hee menjadi foto model. Dan sedikit terkejut melihat Woo Yeon di depannya. Namun kembali fokus dalam pengambilan gambar. Setelah sesi pemotretan selesai mereka berbincang sambil duduk di sebuah taman. Seung Hee bertanya, mengapa Woo Yeon tidak menghubunginya selama wamil. Flashback. Beberapa hari setelah kejadian Woo Yeon memukul pacarnya Seung Hee. Seung Hee menelepon Woo Yeon karena mengetahui bahwa ia akan ikut wamil. Dan ingin mengantarkannya. Dan bercerita bahwa dia sudah mengetahui bagaimana sifat aslinya pacarnya itu. Woo Yeon tidak menghubungi Seung Hee karena malu atas kejadiaan terakhir kali ketika ia mengantarkannya terakhir kali saat wamil. Karena saat itu ia mabuk berat dan membuang kotoran dimana-mana dan Seung Hee membersihkan seluruh kekacauan itu. Flashback end. Seung Hee mendapat telepon dan berkata bahwa teman yang biasa menyupirinya tidak bisa mengantarnya untuk syuting di luar kota. Woo Yeon menawarkan diri untuk mengantarkannya. Seung Hee setuju. Dan berangkatlah mereka. Woo Yeon melihat bahwa pekerjaan Seung Hee tidak sesuai dengan cita-cita yaitu menjadi seorang desainer baju. Lalu Woo Yeon menawarkan Seung Hee untuk ikut mencoba sebuah lowongan pekerjaan desainer. Seung Hee pun bersemangat dan mencoba membuka kembali hasil karya-karya desain bajunya. Dalam sebuah perjalanan ke lokasi syuting Seung Hee tak sengaja melihat notifikasi sms HP Woo Yeon dan membacanya sekilas. Dari situ Seung Hee tau bahwa Woo Yeon telah memiliki seorang kekasih. Lalu merasa tak enak Seung Hee berkata kepada Woo Yeon untuk tidak berjumpa lagi. Woo Yeon sedih karena dia masih memiliki perasaan untuk Seung Hee. Di ujian prakteknya ia berlari dan mendatangi Seung Hee yang sedang syuting. Seung Hee berkata bahwa Woo Yeon hanya terjebak perasaan masa lalu saat mereka masih SMA. Woo Yoen mencoba memberi penjelasan tentang perasaannya dan mengatakan bahwa ia sudah putus dengan kekasinya. Seung Hee tak mau mendengarkan dan kembali ke lokasi syuting, Saat itu pula sebuah papan nama jatuh dari atas dan Woo Yeon langsung melindunginya. Woo Yeon masuk rumah sakit, dan Seung Hee merawatnya. Melihat ketulusan dan pengorbanan Woo Yeon hati Seung Hee luluh dan mereka pun jadian. 

Hari berganti hari, Seung Hee telah di terima menjadi seorang desainer di sebuah perusahaan yang dulunya di tawarkan oleh Woo Yeon. Namun Woo Yeon belum juga mendapatkan pekerjaan dikarenakan cidera tangan yang didapatkan saat menolong Seung Hee dulu. Dan ia pun cukup setress karena hal tersebut. Woo Yeon sedikit demi sedikit berubah. Seung Hee berkata bahwa ia akan di pindah ke Belgia selama 2 atau 3 tahun. Namun tanggapan Woo Yeon hanya datar. Kabar buruk datang dari Ayahnya Seung Hee. Ayahnya meninggal. Saat itu Woo Yeon berbicara dengan sahabatnya, andaikan dia dulu tak bertemu Seung Hee mungkin hidupnya lebih baik. Dia tidak akan cedera tangan. Dan bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Seung Hee tak sengaja mendengarkan itu. Ia tidak menduga bahwa Woo Yeong sama seperti ayahnya yang selalu menyalahkan Ibunya atas semua kegagalan ayahnya. Seung Hee meminta putus. Woo Yeon mencoba meminta maaf atas segala kata-katanya. Namun Seung Hee tidak ingin lagi karena ia takut hal yang terjadi pada rumah tangga Ayah-Ibunya terulang kepada dirinya. Seung Hee terbang ke Belgia. Dan mereka terpisah lagi.

Woo Yeon akhirnya mendapat pekerjaan. Ia di terima menjadi guru di sebuah sekolah Menengah. Ketika dirinya sedang asyik mengajar, tak sengaja ia melihat Seung Hee berdiri tak jauh darinya. Seung Hee berbicara namun seperti ada yang ingin disampaikannya. Woo Yeon bercanda dengan berkata bahwa tak masalah jika Seung Hee ingin bilang bahwa ia akan menikah. Dan Woo Yeon kaget bahwa hal itu benar. Woo Yeon berkata dengan sedikit mengatur nafasnya berbahagialah, punya anak banyak dan jangn lupa kirimkan aku undangan. Dan undangan itu sampai di tangannya. Ia sedih, lalu mengajak teman-temannya untuk memancing sehari sebelum pernikahan Seung Hee. Dan memutuskan untuk tidak datang di acara tersebut. Teman-temannya sudah tertidur, dan ia masih terjaga dan tak sengaja menginjak perkakas alat memancing. Saat sedang membereskan alat-alat yang berhamburan ia tak sengaja melihat tutup yang di gambar oleh Seung Hee, seseorang laki-laki sedang memancing dan mendapat seorang perempuan. Dan tertulis kamu beruntung telah mendapatkan diriku. Woo Yeon menyadari sesuatu dan cepat-cepat membangukan teman-temannya dan mengajak mereka untuk datang ke pernikahan Seung Hee. Woo Yeon berkerjasama dengan teman-temannya untuk meminta mengosongkan ruangan pengantin perempuan dan jangan membiarkan orang lain untuk masuk karena Woo Yeon ingin berbicara dengan Seung Hee. Seung Hee terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin. Woo Yeon terpana dan berkata bahwa baju pengantinnya sangat cantik. Woo Yeon mengumpulkan keberanian dan mengucapkan kata-kata. Bahwa ia sangat menyesal karena telah berkata menyesal telah bertemu dengan Seung Hee. Bahwa sebenarnya pertemuan itu justru mengubah hidupnya. Menemukan mimpinya. Membuatnya bersekolah dengan rajin dan menyelesaikan kuliahnya. Dengan menahan sesak di dada ia mendoakan Seung Hee agar pernikahannya berjalan lancar dan bahagia. Woo Yeon berjalan keluar. Sebelum itu, Seung Hee juga berkata bahwa ada hal yang ingin ia katakan. Seung Hoo berterimakasih pula kepada Woo Yeon karena telah banyak berkorban untuknya. Dan membuatnya kembali kepada mimpinya. Seung Hee berjalan di atas altar menuju ke pelaminan. Woo Yeon menatapnya dengan getir dan merelakannya. Dan Seung Hee tersenyum atas pernikahannya. The End.

Kesimpulan dari Film ini : Sering kali perasaan yang kita perjuangkan akan membuahkan hasil, akan tetapi setelah hasil itu kita petik, kita lupa untuk menjaganya dan mengabaikannya. Akhirnya yang tersisa hanyalah penyesalan.

Komentar

Postingan Populer