Kuda Lepas?
Masihkah kau mengenaliku?
Tentangku yang sempat salah langkah.
Karna telah memilihmu.
Duh! Jangan salahkan dirimu.
Yang begitu pengecut dan melarikan diri.
Menawarkan janji. Lalu aku mengambilnya.
Tapi kau lari. Memegang tangan yang ku kenali. Tapi jelas itu bukan aku.
Wanita, yang katamu sahabat.
Namun ia menangis di bahumu.
Curang sekali.
Aku saja tak pernah menangis di situ.
Entah, keputusasaan apa yang mendera diriku.
Sampai memutuskan itu dirimu.
Sudah. Jangan sesali. Kata Sang Malaikat di sisi kananku.
Itu pilihanku. Dan menjadi takdirku.
Memang mustahil untuk memperbaiki masa lalu. Tapi mustajab sekali untuk memperbaiki masa depan.
INS
Komentar
Posting Komentar