Hari ini, bahan bakar untuk motor bebekku habis tepat di saat aku turun bekerja. Aku tidak biasa mengisi bahan bakar eceran yang di jual oleh warung-warung di pinggir jalan. Sudah jelas menurutku lebih hemat ketika mengisi di pom. Aku biasanya menggunakan pertalite. Karena bagiku yang cocok bagi motor bebekku ini adlah pertalite. Lebih irit. Ini ku buktikan setelah membandingkan lama masa pakai petalite dan pertamax. Dulu aku selalu menggunakan pertamax.

Setiba di pom aku melihat antrian untuk pertalite begitu panjang, dan memutuskan mengisi pertamax saja. Lantas sambil mengisi aku melihat harga pertamax naik seperti yang di beritakan akhir-akhir ini. Dan aku teringat akan beberapa celoteh di dunia maya. Antra pro dan kontra. Beberapa mempermasalahkannya. Dan beberapa tidak. Mereka yang pro berkata "memang situ ngisi pertamax? harga pertamax naik sedikit saja sudah ribut? Hape android! dan lain lain sebagainya" Dalam hatiku berkata iya juga sih. Dan pagi ini aku sadar mengapa kenaikan pertamax juga berpengaruh bagi sebagian orang. Dan aku berkesimpulan, baiklah mungkin mereka yang mengisi bukan pertamax tidak ada pengaruhnya. Akan tetapi akan sangat berpengaruh bagi yang mengisi pertamax. Kenapa? Karena pada akhirnya yang tadinya biasa mengisi pertamax akan beralih ke pertalite karena tidak lagi sanggup untuk membeli pertamax. Ya jika di asumsikan dalam strata ekonomi. Yang tadinya akan kaya, turun kembali menjadi status kurang mampu. Yang sebelumnya mampu membeli pertamax akhirnya tidak lagi sanggup.

Ya itulah opiniku. Bisa benar bisa juga salah. Dan bisa jadi opinimu benar namun juga ada kemungkinan salah. Yang terbaik kita tidak saling egois dan berdendam. Mari tetap satu dan saling menghormati. Salam Merah Putih.

Komentar

Postingan Populer