Cerita Pendek "Tukang Kayu Pensiun"
Al kisah. Ada seorang tukang kayu yang sudah tua. Dan ia fikir seharusnya sudah waktunya dia akan pensiun. Kemudian ia datang menemui majikannya dan mengutarakan maksud dan niatnya. Mendengar hal tersebut Sang Majikan memperbolehkan Si Tukang Kayu untuk pensiun. Akan tetapi dengan satu syarat, Si Tukang Kayu harus menyelesaikan pekerjaan terakhir. Yaitu membangun rumah yang di pesan oleh Sang Majikan dan harus selesai selama 3 (tiga) bulan. Si Tukang Kayu pun menyanggupi. "Baiklah bos akan saya lakukan!". Karena merasa ini adalah pekerjaan terakhirnya dan ia ingin cepat-cepat menyelesaikannya agar secepatnya bisa pensiun maka Si Tukang Kayu asal-asalan membuat rumah tersebut. Tidak seperti sebelumnya ketika ia bekerja sebelum pensiun hasilnya sangatlah bagus baik dan rapi. Tidak terasa waktu tiga bulan pun berlalu. Melaporlah ia kepada Sang Majikan.
"Bos!! saya sudah menyelesaikannya!" Ini kunci rumahnya.Namun Sang Majikan menolak.
"Ini rumah bukan buat saya. Tapi untuk kamu, karena sudah bekerja begitu lama untuk saya hingga tua seperti ini. Sudah sepantasnya saya memberikanmu sesuatu sebelum kamu pensiun."
Si Tukang Kayu pun merasa terharu sekaligus menyesal. Mengapa? Karena dia tidak mengerjakan rumah tersebut dengan baik yang ternyata dihadiahkan oleh majikannya untuk dirinya. Dan seperti itupun kehidupan dunia. Apa yang kita kerjakan maka kita juga yang kan menuai hasilnya. Jika kita mengamalkan yang baik maka kita akan memetik buah yang baik di akhirat sana. Dan begitu pun sebaliknya. jika kita mengamalkan yang buruk. Buah busuk lagi bau lah yang akan kita petik. Maka beramallah sebaik-baiknya. Manfaatkan waktu untuk terus memperbaiki diri. Dan melakukan yang terbaik. Jangan pernah menyalahkan takdir. Karena yang salah adalah kita jika tak mampu merubah takdir. Salam Semangat!!!
Komentar
Posting Komentar